Rabu, 10 April 2013

Sejarah Perkembangan Teknologi Informatika


Istilah “telematika” pertama kali digunakan oleh Simon Nora dan Alain Minc di tahun 1978 dalam laporan mereka yang berjudul L’Informatisation de la société. Istilah telematika berasal dari bahasa Perancis, yaitu télématique–yang merupakan penggabungan dari dua buah kata, yaitutélécommunications (telekomunikasi) dan l’informatique (informatika).

Laporan yang dibuat oleh Simon Nora dan Alain Minc merupakan mandat dari presiden Perancis Valéry Giscard d’Estaing di tahun 1976 yang khawatir bahwa “aplikasi-aplikasi komputer telah dikembangkan sedemikian rupa, sehingga—sebagai akibatnya–organisasi sosial dan ekonomi masyarakat kita dan kehidupan kita akan mengalami perubahan”. Perkembangan ini memiliki alasan utama dalam proses pengembangan mikroprosesor di tahun 1971 dan ketersediaan komputer yang lebih murah dan lebih kecil untuk menggantikan mainframe dan minicomputer yang sebelumnya digunakan. Mainframe membuat ruangan menjadi penuh, boros energi dan menghabiskan jutaan Euro.

Minicomputer, walaupun lebih kecil dan lebih murah, tetapi berbeda dengan personal computer atau PC. Saat itu, komputer masih sangat mahal dan hanya organisasi besar yang dapat menggunakan komputer. Pada saat itu pula, komputer tidak terhubung dengan yang lainnya dan biasanya para pengguna komputer bersaing menggunakan waktu komputasi yang tersedia. Ketika pendistribusian komputer meningkat secara geografis, kebutuhan akan pertukaran data tumbuh dan teknologi telekomunikasi digunakan untuk menghubungkan komputer yang ada. Hal ini dapat dikatakan sebagai kelahiran telematika.

Dalam laporan mereka, Simon Nora dan Alain Minc membandingkan prospek telematika dengan listrik, “Saat ini, pengguna listrik dapat langsung memperoleh daya listrik yang dibutuhkan tanpa perlu khawatir mengenai asalnya atau berapa biayanya. Ada banyak alasan untuk optimis bahwa hal serupa akan terjadi juga pada masa depan telematika”. Kehidupan zaman sekarang banyak menggunakan aplikasi telematika, diantarana pengambilan uang melalui ATM atau pemesanan hotel dan penerbangan secara elektronik. Aplikasi telematika yang paling banyak digunakan adalah internet. Seperti listrik, saat ini internet adalah hal yang biasa dan di berbagai perusahaan. Ketersediaan koneksi internet sama pentingnya dengan ketersediaan daya listrik.

Perkembangan terakhir teknologi komputer dan telekomunikasi berdampak sama pentingnya dengan perkembangan di era 1970-an bagi masyarakat dan perekonomian seiring dengan meningkatnya ketersediaan PC. Komputer menjadi jauh lebih kecil dan hemat energi, perangkat komputasi menjadi komputer mobile dan komputer saku bisa menemani kita di manapun kita berada. Teknologi telekomunikasi dapat tertanam (embedded) dalam perangkat mobile yang memungkinkan telekomunikasi nirkabel (wireless telecommunication) dengan perangkat mobile lainnya. Perkembangan teknologi ini mengarah ke bidang baru dari aplikasi telematika yang dikenal dengan istilah mobile computing, ubiquitous computing, atau pervasive computing.

Definisi Ilmu Komputer


lmu komputer (bahasa Inggris: Computer Science), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering disalah-artikan oleh banyak orang.

Tesis Church-Turing menyatakan bahwa semua alat komputasi yang telah umum diketahui sebenarnya sama dalam hal apa yang bisa mereka lakukan, sekalipun dengan efisiensi yang berbeda. Tesis ini kadang-kadang dianggap sebagai prinsip dasar dari ilmu komputer. Para ahli ilmu komputer biasanya menekankan komputer von Neumann atau mesin Turing (komputer yang mengerjakan tugas yang kecil dan deterministik pada suatu waktu tertentu), karena hal seperti itulah kebanyakan komputer digunakan sekarang ini. Para ahli ilmu komputer juga mempelajari jenis mesin yang lain, beberapa diantaranya belum bisa dipakai secara praktikal (seperti komputer neural, komputer DNA, dan komputer kuantum) serta beberapa diantaranya masih cukup teoritis (seperti komputer random and komputer oracle).

Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).

Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik. Dalam tiga dekade terakhir dari abad 20, ilmu komputer telah menjadi suatu disiplin ilmu baru dan telah mengembangkan metode dan istilah sendiri.

Departemen ilmu komputer pertama didirikan di Universitas Purdue pada tahun 1962. Hampir semua universitas sekarang mempunyai departemen ilmu komputer.

Penghargaan tertinggi dalam ilmu komputer adalah Turing Award, pemenang penghargaan ini adalah semua pionir di bidangnya.

Edsger Dijkstra mengatakan:

Ilmu komputer bukan tentang komputer sebagaimana astronomi bukan tentang teleskop
Fisikawan ternama Richard Feynman mengatakan:

Ilmu komputer umurnya tidak setua fisika; lebih muda beberapa ratus tahun. Walaupun begitu, ini tidak berarti bahwa “hidangan” ilmuwan komputer jauh lebih sedikit dibanding fisikawan. Memang lebih muda, tapi dibesarkan secara jauh lebih intensif!
Dan dalam hal ini Teknik informatika merupakan disiplin ilmu yang menginduk pada ilmu komputer, yang pada dasarnya merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta-fakta simbolik (data) dengan memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi komputer. Transformasi itu berupa proses-proses logika dan sistematika untuk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah, sehingga dengan memilih program studi Teknik Informatika, kita menjadi terlatih berpikir secara logis dan sistematis untuk dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan apapun.

Seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka program pendidikan pada program studi Teknik Informatika diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan pada kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer. Di samping itu, lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk merencanakan suatu jaringan dan sistem komputer, serta menguasai dasar-dasar ilmu dan tenologi informasi sebagai landasan untuk pengembangan studi lanjutan.

Menimbang hal di atas, program studi Teknik Informatika bertujuan memenuhi kebutuhan akan SDM yang profesional di bidang teknologi informasi. Selain itu, untuk menjembatani antara kepentingan industri dan masyarakat profesi dengan kepentingan akademik, maka disusunlah kurikulum berbasis kompetensi, dimana selain muatan-muatan inti, diberikan pula muatan-muatan lokal yang mendukung basis pengetahuan terapan dan perekayasaan perangkat lunak. Diharapkan melalui program ini dapat dihasilkan lulusan yang memiliki daya saing, jiwa kewirausahaan, dan memiliki wawasan teknologi informasi yang memadai sehingga tidak gagap ketika tiba waktunya untuk menerapkan ilmunya di masyarakat.

Security : 5 Kesalahan Utama Dalam Security


Kita banyak mendengar kriminalitas di dunia komputer, banyak situs di deface/hack, kartu kredit disalah gunakan oleh orang lain. Tapi yang menjadi pertanyaan, apakah ini kesalahan sistem semata ?? Berikut penulis mengungkapkan 5 kesalahan utama dalam hal security berdasarkan pengetahuan yang didapat dan pengalaman.

Banyak negara sudah mulai 'aware' / menaruh perhatian pada keamanan komputer (computer security) atau Internet security dengan adanya hukum cyber atau hukum mengenai kejahatan komputer salah satu contohnya adalah di Vietnam mulai bulan Mei. Dengan adanya hukum yang mengatur keamanan di bidang komputer ini bukan berarti dapat menghilangkan pelanggaran atau kejahatan dalam bidang ini tetapi setidaknya ada langkah yang akan diambil seandainya terjadi pelanggaran. Tapi sebenarnya masalah utama yaitu terletak pada pengguna/user yang menggunakan komputer.

Tampak bahwa perhatian pada bidang keamanan/security belakangan ini cukup meningkat dengan adanya pemberitaan di berbagai majalah ibukota terutama setelah terjadinya berbagai kasus penyalahgunaan di dunia cyber seperti contoh kasus situs BCA yang di-duplikat dengan nama yang mirip beberapa waktu lalu. Terlihat juga antusias dari pengunjung situs Techmedia pada artikel yang dibuat rekan kami 'cyworm' yaitu mengcrack Windows 2000 yang mencapai hit sekitar 500 lebih.

Oleh sebab itu penulis akan mencoba menulis beberapa artikel mengenai bidang keamanan jaringan komputer ini, tetapi sebelumnya penulis akan menyoroti 5 kesalahan utama yang dilakukan orang sehingga mengakibatkan data mereka dapat dicuri orang lain, situs dapat di hack/deface dsbnya.

Orang umumnya sebelum meninggalkan rumah akan mengunci pintu terlebih dahulu, tetapi dalam penggunaan komputer, orang lebih cenderung lebih ceroboh. Hal ini tidak hanya mencakup end-user atau pengguna tetapi termasuk semua orang di departemen IT. Berikut ini adalah 5 kesalahan utama dalam security.

-Menuliskan Password di Kertas. Ini benar-benar terjadi. Selama penulis masih menjadi system administrator, beberapa kali penulis menemukan usernya menuliskan password mereka di secarik kertas atau kertas post-it kemudian menempelkannya di PC atau samping monitor. Terlalu malas untuk mengingat password mereka, sehingga dicatat di kertas dan meletakkannya begitu saja sehingga semua orang bisa membacanya. Berdasarkan survei yang pernah dilakukan oleh lembaga security di US menemukan bahwa sekitar 15 - 20 % user di suatu perusahaan melakukan hal ini. Andaikan user di perusahaan A mencapai 100 orang maka ada sekitar 15 sampai 20 orang yang melakukan keteledoran ini. Suatu jumlah yang besar yang dapat mengakibatkan kebocoran data perusahaan.

-Pemilihan password yang jelek. Ada kecenderungan orang dalam memilih password mereka adalah dengan menggunakan nama orang dekat mereka seperti nama suami atau istri, nama pacar, nama orang-tua, nama binatang kesayangan atau tulisan di sekitar mereka yang gampang ditebak oleh orang lain. Atau bahkan menggunakan tanggal lahir mereka sendiri. Rekan saya cyworm dalam artikelnya telah menunjukkan bahwa penggunaan password yang jelek akan dengan gampang di-"crack" apalagi kalau password yang digunakan sama dengan user-name maka kurang dari semenit password tersebut akan dapat di-crack. Jika anda menggunakan password dengan kombinasi abjad, nomor dan huruf besar-kecil, maka dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk meng-crack dan juga tergantung seberapa panjang password yang digunakan juga. Saat ini beberapa situs tertentu menggunakan kalimat (phrase) sebagai password seperti di situs hushmail.

-Meninggalkan komputer yang sedang digunakan begitu saja. Ada banyak orang yang meninggalkan komputer mereka tanpa proteksi apa apa. Buat apa password ??? orang lain tinggal datang dan duduk untuk mengakses data anda. Berbagai sistem operasi sudah memberikan fasilitas seperti screen saver yang bisa diaktifkan passwordnya setelah misalnya 5 menit atau berapa sesuai dengan yang diset atau bisa di-lock begitu kita mau meninggalkan komputer kita.

-Membuka lampiran (attachment) email tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Seiring dengan maraknya penggunaan email, virus banyak menyebar melalui email. Salah satu kesalahan utama yang banyak dilakukan oleh orang adalah membuka attachment email tanpa melakukan konfirmasi atau pengecekan terlebih dahulu terutama kalau mendapat kiriman dari orang yang tidak dikenal. Efek yang ditimbulkan selanjutnya jika attachmen itu berupa virus maka akan berakibat pada kehilangan data. Penulis sering kali menerima email dari orang tidak dikenal yang setelah dideteksi oleh program anti virus ternyata memang berisi virus terutama virus worm seperti Magistr.

-Tidak adanya kebijakan security komputer di perusahaan. Bukan hal yang aneh jika perusahaan di Indonesia tidak memiliki hal ini karena perusahaan di Indonesia masih tidak 'aware' dengan security kecuali perusahaan multinasional, itupun karena keharusan dari headquarter yang mengharuskan menerapkan 'policy' di perusahaan mereka di Indonesia. Security policy ini yang mengatur segala hal yang berkaitan dengan keamanan komputer seperti penerapan password setiap orang (mis : 6 karakter panjangnya dan kombinasi numerik dan karakter), juga berisi sanksi yang akan diterima jika terjadi pelanggaran.

Masih terdapat beberapa penyebab kebocoran data komputer yang disebabkan oleh kelalaian dari si pengguna seperti laptop yang ditinggalkan di mobil sehingga bisa dicuri orang lain dan memberitahukan passwordnya ke orang lain. Jadi secanggih apapun teknologi yang diimplementasikan misalnya BCA meng-klaim mereka telah menggunakan enkrips SSL 128 bit, kemudian firewall dan berbagai proteksi lainnya (lihat artikel mengenai BCA di Techmedia). Tapi kesalahan mengetik dari para customer BCA bisa membawa kebocoran dana ataupun data.

Penulis sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bruce Schneier dalam bukunya 'Secret and Lies' bahwa security itu bukanlan produk atau teknologi, baik teknologi dan produk itu hanya sebagian kecil dari security itu sendiri. Security merupakan suatu Proses. Jadi proses dari perencanaan kebijakan security, review produk dan teknologi sampai dengan implementasi kemudian auditing.